fbpx
Skip links
Mengenal Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Mengenal Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Mengenal pemerataan pendidikan di Indonesia, dasar hukum pendidikan dan 5 faktor penyebab pendidikan tidak merata.

Mengenal Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kemajuan sebuah negara. Lalu, bagaimana dengan pemerataan pendidikan di negara kita? Mengingat sekarang ini semua hal tak terkecuali pendidikan sudah mengalami digitalisasi atau disebut juga pendidikan 4.0.

Apa itu Pemerataan Pendidikan?

Pemerataan pendidikan di Indonesia adalah persamaan kesempatan memperoleh pendidikan yang sama dalam masyarakat. Tak hanya itu saja, pemerataan dibsini juga harus adil dalam semua lapisan masyarakat membedakan suku, ras dan agama.

Dasar Hukum

Dasar hokumpendidikan di Indonesia tertuang pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi bahwa, setiap warga negara berhak menerima pendidikan yang sama. Dengan adanya aturan tersebut, negara harusnya menjamin dan melakukan pemerataan dalam hal pendidikan pada setiap provinsi tanpa kurangnya suatu apapun.

Penyebab Pendidikan yang Tidak Merata

Faktanya, pendidikan di Indonesia memang tidak merata karena dipengaruhi beberapa factor antara lain:

  1. Ekonomi Masyarakat

Faktor pertama adalah faktor ekonomi. Tidak dipungkiri, bahwa semakin rendah ekonomi masyarakat maka akan susah mencari pendidikan yang layak. Sebab, sekolah yang berkualitas, memiliki fasilitas penunjang pendidikan yang memadai, tenaga pendidik yang berkualitas tentunya membutuhkan biaya.

Bagi orang yang kekurangan dalam segi ekonomi, kesadaran pendidikan semakin menipis sehingga masyarakat lebih baik tidak meneruskan pendidikan dan lebih baik untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

  1. Fasilitas Pendidikan yang Berbeda

Penyebab kedua adalah perbedaan adanya fasilitas pendidikan antara sekolah yang satu dengan yang lain. Hal ini tentu menyebabkan pemerataan pendidikan kurang baik khususnya pada kualitas pendidikan. Semakin baik fasilitas pendidikan, maka akan semakin baik juga kualitas siswa yang dihasilkan, hal tersebut tentu berlaku sebaliknya.

Misalnya saja, sekolah di pusat kota dan terakreditasi baik maka fasilitas penunjang pendidikan dijamin bagus, lain halnya dengan sekolah di pelosok-pelosk dengan akreditasi kurang baik biasanya fasilitasnya pas-pasan, bahkan gedung yang tidak layak, fasilitas seadanya, tak jarang para siswa tidak memakai seragam sekolah yang layak.

  1. Persebaran Sekolah yang Tidak Merata

Faktor ketiga masalah pemerataan pendidikan yaitu persebaran sekolah yang tidak merata. Umumnya, hal ini terjadi di pelosok-pelosok negeri. Sering kita liat pemberitaan yang memperlihatkan bahwa anak-anak pelosok harus menempuh beberapa kilometer hanya untuk sekolah, bahkan mirisnya akses menuju sekolah pun buruk.

  1. Standar Sekolah Tinggi

Faktor keempat terletak pada standar nilai masuk sekolah yang sangat tinggi. Jadi, hanya anak-anak yang memiliki nilai tinggi saja yang bisa bersekolah disekolahan yang terakreditasi baik dan dipenuhi dengan fasilitas yang mendukung. Padahal, hal tersebut justru meningkatkan kesenjangan dalam pendidikan.

  1. Rayonasi

Faktor terakhir penyebab pemerataan pendidikan di Indonesia belum maksimal karena adanya rayonasi. Rayonasi pendidikan adalah pengelompokan pada sistem penerimaan siswa baru mulai dari pendaftaran, pengurutan nilai dari yang tertinggi ke rendah sampai dengan pengumuman.

Tags: Rayonasi Pendidikan, Fasilitas Pendidikan

Leave a comment

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman web Anda.
Open chat
Explore
Drag